Hypnoteaching vs. Quantum Teaching

Ketika mendapat “undangan” untuk mengikuti pelatihan Hypnoteaching, gambaran yang muncul pertama kali adalah teknik hipnosis diterapkan dalam proses pembelajaran; mempengaruhi alam bawah sadar pelajar agar siap belajar. Namun, semua itu dibantah dan dipatahkan selama pelatihan berlangsung.

Berbagai materi yang disuguhkan dengan gaya yang mengundang penasaran, rasa ingin tahu setiap peserta. Dari beberapa kuesioner yang diberikan, sebersit pikiran muncul, bahwa Hypnoteaching adalah implementasi Quantum teaching. Karena apa yang ditanyakan dan disajikan di awal pertemuan sangat erat kaitannya dengan materi quantum teaching yang pernah penulis baca (namun banyak yang lupa ;-P)

Ketika materi menginjak pada tema pengertian, asas, dan prinsip hypnoteaching, dugaan itu semakin menguat. Asas utama hypnoteaching sama dengan asas utama quantum teaching, yaitu:

Bawalah dunia mereka ke dunia kita,

dan antarkan dunia kita ke dunia mereka

tidak ada satu pun kata yang beda!

Letak perbedaan terdapat pada prinsip keduanya. Itupun hanya sebatas frasa/kalimat, sementara maknanya sama. Perbedaan yang mencolok dari keduanya adalah banyak butir prinsip; Quantum teaching memiliki 5 prinsip, sementara Hypnoteaching 6 prinsip. Berikut penulis sajikan prinsip dari keduanya:

Tabel 1: Prinsip Quantum/Hypno-teaching

Prinsip Quantum Teaching

Prinsip Hypnoteaching

Segalanya Berbicara

1

Apa pun bisa menghipnosis

Segalanya Bertujuan

2

Apa pun harus fokus pada tujuan

Pengalaman sebelum Pemberian Nama

3

Apa pun harus dialami

Akui Setiap Usaha

4

Apa pun harus dihargai

Jika layak dipelajari, Maka Layak Pula Dirayakan

5

Dengan latihan, apapun menjadi sempurna

6

Apa pun harus berkesan

 

Mari kita bahas masing-masing prinsip.

Prinsip pertama Quntum teaching adalah segalanya berbicara. Segalanya berarti setiap benda, gerak, atau sesuatu “berbicara”. Berbicara di sini berarti mengungkapkan pesan, isyarat. Dan pada prinsip pertama Hypnoteaching adalah Apa pun bisa menghipnosis. Kata apa pun juga mengandung makna keseluruhan yang berarti sama dengan segalanya. Menghipnosis berarti memberikan efek hipnosis; memukau dan menarik minat, perhatian pemerhati.

Prinsip kedua Quantum teaching adalah Segalanya Bertujuan. Kata bertujuan sudah jelas berarti memiliki target yang harus dicapai. Sama halnya dengan prinsip kedua Hypnoteaching, Apa pun harus fokus pada tujuan. Keduanya bermakna sama; memiliki target yang harus/akan dicapai.

Prinsip ketiga Quantum teaching adalah Pengalaman sebelum Pemberian Nama. Sementara prinsip ketiga Hypnoteaching, Apapun harus dialami. Makna dari keduanya sama, yaitu pengalaman belajar harus menjadi dasar bagi kesan/ pengetahuan/keterampilan dalam proses pembelajaran, kemudian dilanjutkan dengan pemberian nama/istilah.

Prinsip keempat Quantum Teaching adalah Akui Setiap Usaha. Sementara prinsip keempat Hypnoteaching, Apapun harus dihargai. Makna keduanya juga sama, mengakui setiap usaha berarti sama dengan menghargai setiap usaha yang dilakukan pelajar dalam proses pembelajaran.

Sampai sejauh ini, setiap butir prinsip dari kedua metode sama secara makna. Baru pada poin kelima inilah perbedaan yang mencolok. Prinsip kelima Quantum teaching adalah Jika layak dipelajari, Maka Layak Pula Dirayakan. Perayaan ini merupakan umpan balik bagi penguatan asosiasi. Sementara prinsip kelima Hypnoteaching, Dengan latihan, apapun menjadi sempurna, mengisyaratkan pentingnya pengulangan kemampuan/pengetahuan yang didapat. Menurut hemat penulis, butir kelima dari Hypnoteaching ini merupakan jabaran dari butir keempat Quantum Teaching.

Pada Hypnoteaching, terdapat satu prinsip lagi, yaitu prinsip keenam yang berbeda dengan Quantum teaching. Prinsip itu adalah Apapun harus berkesan. Kesan positif yang timbul selama pembelajaran akan membangkitkan asosiasi positif pada pelajar sehingga mereka mampu mengembangkan pengetahuan yang diperoleh. Selain itu, kesan positif yang ditimbulkan menimbulkan ikatan (bond) yang kuat, harmonis, antara pendidik dengan pelajar. Jika ditelisik, butir keenam ini dapat dipersamakan dengan butir kelima Quntum Teaching secara maknawi. Hal ini bisa dilakukan karena makna kedua butir tersebut memiliki kesamaan, menguatkan asosiasi yang didapat peserta didik.

Paparan di atas membandingkan kedua sisi dari segi prinsip. Sementara dari segi isi, menurut hemat penulis, baik Quantum Teaching maupun Hypnoteaching, memerlukan kajian tersendiri yang tidak mungkin dibahas di sini.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: